2015Juli04

128
BeliPulsa - Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang jumlahnya mencapai 55 juta di Indonesia harusnya bisa jadi penggerak utama ekonomi bangsa jika mampu memaksimalkan manfaat teknologi di tengah era digitalisasi saat ini.
 
Namun sayangnya, menurut Muhammad Awaluddin, Direktur Enterprise & Business Telkom, pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di kalangan UMKM masih sangat rendah. 
 
"Pemanfaatan ict di UMKM baru sekitar 4%. Ini yang jadi alasan utama mengapa telkom memutuskan ingin lebih mengedukasi pasar," ujarnya tadi malam di sela sharing business dengan 1.000 UMKM di Jakarta, Jumat (3/7/2015).
 
Edukasi pemanfaatan ict itu gencar dilakukan telkom demi mewujudkan target digitalisasi satu juta UKM se-indonesia. Salah satu cara yang dilakukan dengan meluncurkan kembali www.smartbisnis.co.id. 
 
Situs registrasi ini disediakan secara cuma-cuma. Para pelaku UKM dapat memanfaatkan situs tersebut untuk promosi, forum komunitas, konsultasi, diskusi, hingga persoalan lain mengenai UKM. 
 
"Sudah 500.000 pelaku UMKM yang gabung di portal. Sekitar 80%-nya baru fokus ke connectivity, belum ke content. Dari 80% itu, 50% di antaranya mobile broadband dan 30% fixed broadband," katanya.
 
Telkom juga menawarkan aplikasi dengan sistem biaya berdasarkan per transaksi. Aplikasi yang memudahkan para pelaku UMKM ini tanpa dibebani biaya yang mahal. Biaya berdasarkan transaksi ini antara lain layanan solusi berupa bostoko, starcare, dan starcloud. 
 
"Intinya, kami menyadari bahwa dengan memanfaatkan ict ini UMKM akan semakin maju, mandiri, dan modern. Ini akan meningkatkan daya saing untuk menghadapi era globalisasi serta meningkatkan kontribusi UMKM dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia," tegas awaluddin.

Genjot Bisnis Digital

UMKM menurut awaluddin, merupakan satu dari tiga segmen bisnis yang tengah fokus digarap oleh direktorat enterprise dan business telkom yang dipimpin nya. Dua lain nya adalah enterprise dan government, namun kata dia stagnan pertumbuhannya. 
 
"Hanya UMKM yang diakuinya masih punya potensi besar dengan masih rendah nya adopsi pemanfaatan ict tadi," kata pria berkumis ini. Dengan mendorong segmen UMKM ke arah digital, kontribusi nya terhadap pendapatan digital bisnis telkom juga makin besar.

"Di direktorat saya, digital bisnis tercatat menyumbang kontribusi 67% ke pendapatan, sedangkan 33% masih dari bisnis tradisional. Target kami di direktorat enterprise dan business, digital bisnis bisa naik kontribusi nya sekitar 7%-8% menjadi 74%-75%," ujarnya.
 
Sementara secara keseluruhan, kontribusi digital bisnis ke Telkom Grup sebesar 44%. Sedangkan, kontribusi Direktorat Enterprise & Business ke telkom grup baru sebesar 60% dan diharapkan bisa naik ke 74%. "Di direktorat saya semester pertama tahun ini sudah tumbuh 11% dibandingkan semester pertama tahun lalu. Kalau akhir tahun lalu tumbuh 8%-9%," sebutnya.
 
Lebih lanjut, terkait kondisi industri telekomunikasi di semester kedua ini, menurut awaluddin masih cukup bagus dan tak tertekan oleh krisis global tidak terlalu mempengaruhi. Adapun, pada tahun ini Direktorat Enterprise & Business mengalokasikan dana belanja modal Rp 800 miliar. "Itu untuk ekspansi broadband di segmen enterprise, government, dan UMKM tadi," jelasnya.

Momentum Ramadan
 
Acara sharing bisnis bagi usaha kecil menengah ini merupakan salah satu bagian dari program safari ramadan telkom group yang digelar sehari penuh hingga berbuka puasa tadi malam. 
 
Selain mengundang 1.000 pelaku UMKM, telkom group melalui direktur utama Alex J Sinaga juga menyerahkan bantuan kepada 5.000 anak yatim, pemberian bantuan perangkat ict ke sejumlah panti asuhan dan pesantren digital, serta pengembangan kampung UMKM digital.
 
"Momen ramadan dan idul fitri tentunya menjadi momen bagi seluruh lapisan masyarakat untuk saling sharing dan berkomunikasi. Untuk itu, kami berkomitmen memastikan infrastruktur telekomunikasi dan layanan nya dapat beroperasi secara optimal untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan trafik," kata alex yang ditemani Menkominfo Rudiantara.
 
Dijelaskan nya, untuk paket khusus telkom group melakukan digitalisasi untuk 60 kampung dan tujuh panti asuhan atau pesantren. Telkom juga menyediakan aplikasi telkomsel siaga untuk bantuan dan info mudik selama bulan ramadan. Selain itu menyediakan 656 mobile grapari dan 73 grapari reguler yang buka lebih panjang dari hari biasa.


Sumber:IsiPulsa


Redaktur Reza Ananda

Responses

Leave your comment